Mengapa Muslim Myanmar Dibantai
Mungkin
Anda sudah sering atau pernah mendengar berita mengenai Muslim di Myanmar yang
dibantai. Tetapi, sampai sekarang masih banyak orang yang tidak tahu betul
mengapa Muslim di Myanmar dibantai.
Ini alasan mengapa Muslim Myanmar dibantai,
rupa-rupanya ada konflik agama dan banyak orang yang juga mengatakan hal yang
sama.
Mari kita bahas lebih lanjut mengenai berita tersebut dan apakah benar
ada pembantaian di Myanmar terkait orang-orang Muslim yang tinggal di sana.
Bagi yang
Belum Tahu, Ini Alasan Mengapa Muslim Myanmar Dibantai!
Indonesia
sendiri mayoritas penduduknya beragama Islam atau dengan kata lain adalah
seorang Muslim.
Presiden kita saja beragama Islam dan seorang Muslim, di Negara
kita ini jelas bahwa kita harus saling menghormati kepercayaan orang lain
meskipun berbeda, dan jangan sampai terjadi konflik agama seperti yang terjadi
di Myanmar.
Di Indonesia ada 6 agama yang diakui, yaitu Islam, Hindhu, Buddha,
Kristen, Katolik, dan Konghucu, selain itu kita juga punya ideologi Pancasila
pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang mendukung toleransi antar
agama. Lalu bagaimana dengan Negara Myanmar? Mengapa sampai ada berita
pembantaian Muslim di Myanmar?
Di Myanmar
bisa dikatakan Muslim adalah agama minoritas, dan masyarakat dunia dibuat
terperangah saat ada kasus pembantaian besar-besaran kaum Muslim disana yang
disebut etnis Muslim Rohingya.
Bahkan di internet banyak beredar foto-foto
pembantaian tersebut yang menggemparkan masyarakat Internasional.
Menurut
berita-berita yang beredar, ada banyak kasus pembantaian dan ada juga masyarakat
etnis tersebut yang tidak punya tempat tinggal lagi dan harus tinggal di
penampungan karena konflik agama ini. Lalu apa alasan Muslim Myanmar dibantai?
Dalam
beberapa sumber berita di internet, seorang tokoh biksu nasionalis Wirathu
mengungkapkan alasan konflik agama yang terjadi di Myanmar.
Alasannya adalah karena takut Myanmar akan seperti Negara Indonesia setelah agama Islam masuk pada abad ke-13 dan akhirnya berhasil menyebar dan menjadi agama mayoritas pada akhir abad ke-16 khususnya di pulau-pulau besar dan utama.
Alasannya adalah karena takut Myanmar akan seperti Negara Indonesia setelah agama Islam masuk pada abad ke-13 dan akhirnya berhasil menyebar dan menjadi agama mayoritas pada akhir abad ke-16 khususnya di pulau-pulau besar dan utama.
Lanjutnya, Muslim
Myanmar dengan uang dan menjadi kaya akan menikahi perempuan Buddha Burma
sehingga mereka akhirnya masuk Islam dan akhirnya menyebarkan agama tersebut.
Akhirnya, tokoh tersebut ditahan dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara setelah
divonis bersalah karena menyebarkan pamflet anti-Muslim dan akhirnya mendorong
terjadinya kerusuhan konflik agama.
Seharusnya
manusia memiliki hak untuk memilih agama yang ingin dianut dan orang-orang
dengan kepercayaan lain bisa tetap toleransi meskipun kepercayaan dan
keyakinannya berbeda satu sama lain.
Jika memang agama yang baru masuk dan
menjadi mayoritas, mestinya itu bukan menjadi alasan suatu pembantaian
dibenarkan.
Biarlah hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk semakin memperkuat
toleransi antar agama agar berita semacam kasus pembantaian Muslim Myanmar
tidak terjadi di tiap Negara.
Foto-foto
Pembantaian Muslim Myanmar Hanya Hoax, Benarkah?
Berita
mengenai pembantaian yang terjadi di Myanmar rupa-rupanya membuat banyak foto
yang menampilkan akibat kejamnya pembantaian tersebut.
Banyak orang mati, tidak
hanya dewasa namun anak-anak juga ikut dibantai. Tetapi menurut beberapa sumber
berita yang ada di internet, foto-foto yang tersebar tersebut hanyalah hoax
alias berita palsu.
Sampai sekarang tidak ada yang tahu apakah foto-foto yang
ditampilkan itu benar-benar foto kejadian perkara pembantaian Muslim di Myanmar
ataukah foto-foto kejadian lain.
